وقال القاسم بن عبد الرحمن كان عبد الله بن مسعود رضي الله عنه يقرأ القرآن فإذا فرغ قال أين العزاب فيقول ادنوا مني ثم قولوا اللهم ارزقني امرأة إذا نظرت إليها! سرتني وإذا أمرتها أطاعتني وإذا غبت عنها حفظت غيبتي في نفسها ومالي.
Al Qosim bin Abdirrahman berkata, “Ketika Ibnu Mas’ud selesai membaca Al Qur’an belau menyeru, ‘Mana orang-orang yang masih bujang!? Mendekatlah! Lafalkan dalam doa kalian,
Allahummarzuqni imroatan idzaa nazhortu ilayha sarrotni wa iddzaa amartuhaa athoo’atni wa idzaa ghibtu ‘anhaa hafazhot ghaybati fi nafsihaa wa maali
(Wahai Allah rizkikan kepadaku wanita yang jika aku melihatnya dia menyenangkanku, jika aku memerintahnya dia mentaatiku, dan jika aku pergi darinya dia menjaga dirinya dan hartaku selama aku pergi).
Doa di atas termasuk do’a jawami’, yaitu doa yang ringkas namun mencakup banyak hal. Doa tersebut mencakup kriteria wanita shalihah yang pernah disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam kepada Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu:
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.”
(HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil t berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”).
ConversionConversion EmoticonEmoticon